PCD aka Problem, Conflict, Difficulty.

April 7, 2008 - One Response

Dalam hidup, yang namanya masalah itu pastinya adaaa aja.

Karir lancar, rumah tangga oke, eh studi yang terbengkalai. Ada juga yang studi oke, pacaran oke, eh hubungan ama ortu yang gag sip. Pokoknya yang namanya masalah pasti akan selalu ada menghiasi hari-hari kita dan memberikan alasan bagi kita supaya selalu deket sama Tuhan.

Some people (alias saya) tend to get closer to Allah SWT when under an unpleasant condition. Dont ask why….

Jadi gini, intinya saya sih cuma mau berbagi tips singkat about how to face the PCD aka Problem, Conflict, Difficulty; in daily life (taken from my personal experience):

    PCDs are there to be solved. If you cant solve it by yourself, get a help!
    Don’t run away from it….

    PCDs might close several door and window at your life. But do believe that there is still a small window from there you can go out from your PCDs.

    All you have to do is to step backward a bit and see things clearly.
    Step backward but don’t run away.

    PCDs wont disappear if we run away from them. They will only grow bigger and more difficult for us to solve them in the end.

    PCDs are a complete package including the PCDs’ solving. Believe to yourself that Allah SWT also offer you a way-out from your PCDs.

    Believe to yourself that problems occur in your life as a test from Allah SWT. To test your strength and to test your faith on Allah SWT.

    This time, you can run away. Run to Allah SWT to find a light which will guide you out of your problems.

Sesudah kesulitan, akan datang kemudahan. Sesudah kesulitan, akan datang kemudahan.

Viva : a very segmented product

Maret 12, 2008 - 4 Responses

wow! it’s quite a surprise for me that many people from kalangan-menengah-keatas menggunakan produknya Viva (kecuali pensil aslinya ya. itu mah emang jagoan bgt!). bahkan penulis blog di fashionesedaily.com memakai produknya Viva dan PUAS akan hasilnya!

Bukan apa2 sih, cuma saya pernah baca di suatu majalah, dah lama bgt. jd si owner/salah satu manajernya viva ini diwawancarai dan ditanyain, mengapa kok viva ini produknya bagus dan laku abis, tapi kemasannya…kok.. ehm… yaaa kurang sophisticated lah gitu.

trus beliau menjawab bahwa produk viva ini memang ditujukan untuk kalangan-menengah-kebawah. dan kalo kemasannya dibagus’in, dibikin lebih lux gitu, ntar konsumen dari kalangan tsb diatas jd ragu untuk membeli.

karena kalo desain kemasannya dibikin lbh bagus, kan kesannya jadi lebih lux dan lebih MAHAL harganya gitu.

just an info related to viva. my mom use viva too btw, for years.

Sudah lumayan TUA ya?

Maret 12, 2008 - 2 Responses

Agak telat emang kalo nyadarnya baru sekarang. SECARRRRAAA umur Tante udah 25 dan udah punya 2 ponakan lucu dan cantieuq.

Saya sih baru menyadari bahwa saya ini sudah berusia

Jaman edan

Maret 12, 2008 - No Responses

Having sex in public toilet?
Kayaknya di jaman edan kyk gini, hal edan kuadrat kyk gitu udah mulai dianggap biasa kali ya… walo di Indonesia sini, masih merupakan something surprising. Edan tenan deh! Kalo kamu melihat sepasang cewek-cowok ato cowok-cowok ato cewek-cewek; masuk ke kubikel toilet berdua… what on earth will you do?

I will do this:
I will simply yell to the people outside the bathroom:

HEY GUYS, THERE ARE TWO PEOPLE HAVING SEX IN HERE. COME ON IN AND GET YOUR CELLPHONE WITH YOU AND MAKE A VIDEO FROM IT…!!!

kapoooookkk…sukuuuuuurr… ta’ doain ada yg ngerekam trus disebar ke internet biar tahu rasa…

NB: inspired by a post on bluestockin [dot] wordpress.

sebuah peternakan

Maret 4, 2008 - No Responses
    awalnya memelihara sesuatu yang kecil.

    dalam jumlah terbatas.

    lama kelamaan, karena dibiarkan…

    akibatnya jadi banyak dan beranak-pinak.

    hingga akhirnya semakin susah diberantas.

    dan menjadi peternakan.

    peternakan yg berisi ‘ketidak-suka-an terhadap seseorang’.

Forgive me God, since I’m a sinner.

Fat people also have the right to be happy

Maret 4, 2008 - One Response

“bird flies. bee stings. i’m fat. so what?” [adapted from miund dot com]“

So you’re gaining weight. Like… err.. some kilos. Jangan kaget kalo mendadak sering mendapatkan whatsocalled The stupid thoughtful question like this: BO….. LU GENDUT’AN YA?? Mau kawin kok malah tambah lebar ajaaaa?

INGAT, pertanyaan penuh kasih sayang dan ke-rese’an perhatian diatas, JANGAN dijawab seperti satu- dua kalimat ini:

1. Well.. sepertinya berat badan saya meningkat seiring dengan semakin bahagianya hidup saya.
ato
2. Well Honey, some women do get fatter and GET MARRIED. Some others get slimmer and NOT get married YET. Isnt life fair or what??
or
3. Ya mending tambah gendut dan bakalan merit. daripada tambah kurus tapi ga kunjung merit.

PERIH. PERIIIIIIIIIHHH….! hwakakakakakaka……

Men-delete masa lalu

Februari 4, 2008 - 2 Responses

(memori) masa lalu akan senantiasa menyertai kita. Dan mungkin beberapa tidak bisa dilupakan (mungkin saat kita ingin melupakan kenangan buruk) karena Tuhan menciptakan kita lengkap dengan slot memori yang kapasitasnya agak gede. Yah bisa sih dilupain kalo kartu memorinya dicabut alias jika kita amnesia, tapi kan ya tentunya kita ga berharap kena amnesia :mrgreen:

Ntar kalo pas amnesia, kenangan yang indah terhapus juga… wah hidup bisa berasa kurang asin dan manisnya donk.

Ngomong2 tentang memori dan masa lalu, hari ini saya berkesempatan (alias: pas koneksi lg yahud) untuk men-delete sebagian masa lalu saya. Masa lalu yang andai bisa, ingin saya lupakan saja, tapi yah… rupanyanya deleted not forgotten, hahaha… Apa pasal? Ohh.. rupanya masih ada beberapa folder di email saya, yang isinya email2 dari pria yang dl sempet dekat dengan saya.

Selama ini, ga saya hapus BUKAN karena saya masih terus membawa kenangan itu dalam hati. Murni karena lupa, pas inget mau menghapus tp koneksi terbatas, atau gak merhatiin bahwa folder-folder itu masih ada di akun email saya.

Toh saya udah ga pernah dengan nganggurnya buang2 bandwith dan membaca email2 itu lagi. Buat apa? Toh hampir semua kenangan buruk, hehehe. Hanya mencungkil luka lama saja kalo dibaca2 lagi. Tapi saat saya tadi membuka folder dalam rangka prosesi pen-delete-an besar2an, saya melihat tanggal dari email2 itu….

Gosh…!
I saw one email dated January 2003! It was from someone who like me so much at that time (he’s married now and expecting his 1st child). FIVE YEARS AGO! Gusti Allah, betapa terasa lekas waktu berlalu!

Bahkan ada yang dari tahun 2001-2002 yang dikirim seorang pecundang ternesar dalam hidup saya, pria playboy tukang flirting. SEVEN YEARS AGO!

Kenapa ga saya hapus email2 itu dari dulu2 ya? Hehehe… saya (accidentally) masih menyimpan saja file dari 5-7 tahun yang lalu. Where was I that time? How old I was? Jaman masih muda bangeeeettt… hahaha….

Tapi folder2 useless itu sekarang sudah saya hapusin semuanya. The folder might be deleted already. Tapi kenangan itu akan tetap tersimpan ntah sampai kapan, saya suka atau tidak. Sepertinya, ga ada jalan lain kecuali menjadikan pengalaman2 itu sebage pelajaran belaka.

Saya memaafkan diri saya atas kebodohan yang dulu saya lakukan.
Saya memaafkan pecundang bodoh dan pria baik lain yang dulu pernah mampir dalam hidup saya.
Saya menerima kenyataan bahwa hal yang sudah terjadi tidak bisa di-delete; dan yang bisa saya lakukan hanyalah menjadikan itu semua sebagai pelajaran.

btw, mampir deh ke blognya chanus, skinnya lucu dan ada musiknya! hihihi… japanese pop songs could really entertaining ya ternyata….

Cobaan hidup itu…

Februari 1, 2008 - No Responses

Temen baru-ku di dunia maya, Jeng Senny, lagi terpuruk ditengah tumpukan masalah2nya. Duh Jeng Senny… bertahanlah disana!

    cobaan itu datang sesuai dengan kemampuan orang yang mendapatkannya. stay optimist, darling… yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada jalan kluarnya walo mungkin agak lama baru kita menemukannya.dan saat satu pintu tertutup, akan ada pintu/ jendela lain yang terbuka untuk kita.

    adalah langkah bagus saat ini kamu sudah menyedari bahwa hidupmu perlu berbenah. itu merupakan langkah awal yang baik untuk mencari jalan kluarnya :)

    once again, keep optimist although it’s hard…

Selamat Jalan Pak Harto

Januari 29, 2008 - 5 Responses

Pertamax-tamax,

ijinkan saya sebagai salah satu cucu dari eyang saya (which is NOT Pak Harto) mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Eyang Suharto. Semoga amalan ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dimana Dia adalah Hakim yang Maha Adil dalam mengadili segala sesuatu.

Kelak, Pak Harto (dan kita semua) akan menjalani Pengadilan yang sesungguhnya di akhirat. Semoga Pak Harto dilapangkan kuburnya. Amien.

Keduax, hari ini saya membaca blognya Seus Chika yang nulis tentang pengibaran bendera 1/2 tiang.

cK said, “Apakah kita tidak perlu memasang bendera setengah tiang karena kesalahan-kesalahan beliau di masa lampau?”

Lalu ada blogger yang menanggapi di postingan tsb diatas sekaitan dengan pemasangan bendera 1/2 tiang,

    ……. Itu untuk apa ? Untuk penghormatan terakhir kepada Soeharto.
    Mengapa dihormati ? Karena beliau punya jasa bagi bangsa ini.
    Lho, bukannya dia punya kasus hukum ? Memangnya kalau punya kasus hukum, jasa-jasanya hilang karena kasus itu ?
    Itu bisa berarti memaafkan dong ? Apa menghormati jasa sama dengan memaafkan ?
    *dan bisa dilanjutkan yang lain*Beda kan ?Jadi sangat naif kalau bilang karena Soeharto punya kesalahan maka tidak perlu menghormati jasa-jasanya.

    Makanya [mungkin] bangsa ini nggak bisa BESAR karena nggak menghormati orang BESAR yang sudah berjasa bagi negeri ini, terlepas dari apapun kesalahannya.

Yak betul! Saya pribadi setuju sama si blogger diatas. Eh ya, namanya Pyrrho. Saya secara garis besar juga setuju sama cK waktu dia bilang,

    Memasang bendera bukan berarti kami setuju dengan apa yang beliau lakukan selama ini. Kami mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk respek serta penghormatan terakhir. Beliau sudah tidak bisa diadili di dunia ini, namun beliau pasti akan diadili di akhirat.

Bener kuwi, Jeng! Manusia jangan pernah lupa bahwa hakim yang Maha Adil adalah Tuhan YME dan pengadilan yang paling adil ya kelak di akhirat.

Orang yang lolos dari jerat hukum dan pengadilan dunia…belom tentu lolos di akhirat kelak. DAN orang yang terpidana dan terpenjara di dunia ini, hanya Tuhan yang Maha Tahu dan tahu sesungguhnya orang itu bersalah atau nggak.

Btw, ini komenku di postingan’e cK kuwi…

    ndutyke Berkata:
    Januari 29, 2008 di 9:59 amsaya setuju sama sama pendapatnya Pyrrho.

    terlepas dari kasus-kasus hukum yang menjerat pak harto….tp begimanapun juga beliau adalah Bapak Pembangunan yang memang selama 30 tahun lebih benar2 berhasil membangun Indonesia. walo itu juga mengakibatkan Indonesia punya hutang dalam nominal yang besuaaar sekali.

    tapi ya wajar toh kalo indonesia ngutang? kalo ga ngutang ya mau membangun indonesia pake duite sopo?? duit dr hongkong? :mrgreen:

Enaknya jadi guru

Januari 28, 2008 - 2 Responses

Dari blognya Miund. Doski ngomongin soal kerja di perusahaan besar non-kreatif…

    Pekerja kantoran menurut saya amat hebat karena bayangin ya, untuk sampe ke kantor di segitiga emas itu butuh waktu dan tenaga yang gak sedikit. Nyetirnya bikin pegel. Naik keretanya bikin capek. Naik ojeknya bikin badan jadi bau matahari. Udah gitu sampe di kantor, kerjaan numpuk edan-edanan. Belum lagi menghadapi politik kantor yang PASTI ada dimana-mana. Ada kawan, ada lawan. Ada kawan yang ternyata lawan. Terus, target-target yang mesti dikejar. Udah kelar, udah capek masih mesti berjuang pulang. Dan kegiatan ini mesti diulang lima hari berturut-turut dalam seminggu. Gimana gak hebat? Apalagi mereka yang bertahan di satu perusahaan sampai lebih dari 10 tahun.

Hihihi…. komenku sih simpel aja:

    kayaknya saya juga ga bakalan betah kerja di kantoran kyk gitu. secara dari SMP udah niatan kerja di kantor yang ngjinin saya pake jeans dan sneakers. kesampean loh! jadi guru di tempat kursus kan bajunya bisa kasual gitu…apalagi guru privat walo saben pagi mah tetteup aja pake seragam safari buat ngantor di sekolah, haha…tp enaknya kerja pake seragam adalah: at least senen-kamis ga perlu deh saben pagi ngabisin 30 menit cuman buat nentuin: Hari ini mau kerja pake baju apa?

    dan oiya, enaknya jadi guru: jam kerja fleksibel (kalo kerja di sekolah ya dari jam 7.30 sd 13.30), kalo di tempat kursus sih biasanya dari ashar sampe lepas isya. trus jadi guru hari liburnya banyak! kalo udah punya anak ntar lebih enak lagi, coz saben anak libur kan mama-nya libur juga, hehehe….